Oleh: ankopala | 27 Oktober, 2007

Hamba Allah

Hamba Allah, sebuah kata yang sering kita denger. Mungkin kita juga mengaku sebagai hamba Allah. Misalkan waktu kita memberi sumbangan, kita sering menamai diri kita dengan nama “Hamba Allah”. Gw juga pernah menuliskan kata itu sewaktu memberi sumbangan kepada panitia pembangunan Mesjid di suatu daerah. Dulu gw satai2 aja make ID “Hamba Allah”, tapi suatu ketika terlintas di otak gw, itu kan kata gw.  Gw ngaku2 hamba Allah, kira2 Allah mau gak ya mengakui gw sebagai hamba-Nya? Dengan berat hati gw menjawab pertanyaan itu, kaya’nya belom deh kalo melihat kehidupan gw yang sekarang ini. Sebab menurut gw pengertian hamba adalah orang yang selalu menaati perintah dan menjauhi larangan dari sang pemilik, dalam hal ini Allah lah pemilik diri gw (dan semua ciptaann-Nya tentunya). Dan gw ngerasa masih ada perintah Allah yang sering gw lupain dan banyak larangan Allah yang malah gw jalanin, masya Allah, Astaghfirulloh.

Mulai saat itu gw gak mau lagi make nama “Hamba Allah” sebab gw ngerasa belom pantes menyandangnya, tapi gw akan berusaha terus supaya Allah swt mau mengakui gw sebagai hamba-Nya. Alangkah beruntungnya orang-orang yang di akui Allah sebagai hamba-Nya. Yah itu cuma pendapat gw, mungkin ada benernya, mungkin juga banyak salahnya.

Oleh: ankopala | 27 Oktober, 2007

The Secret : Sebuah buku yang sangat “menarik”

Yupz, The Secret, Sebuah buku karya Rhonda Byrne ini sangat mencengangkan. Buku ini telah menjadi Best Seller di beberapa negara. Buku ini adalah rahasia bagaimana para orang-orang terdahulu maupun sekarang meraih kesuksesannya, baik kesehatan, keuangan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Rahasia ini telah diwariskan selama berabad-abad, didambakan orang, disembunyikan, dihilangkan, dicuri dan dibeli dengan harga yang sangat mahal.Rahasia yang telah berusia berabad-abad ini telah dipahami orang-orang ternama dalam sejarah: Plato, Galileo, Beethoven, Edison, Carnegie, Einstein, serta para pemikir besar lainnya.

“Ketika anda mempelajari rahasia ini, Anda akan menyadari bahwa Anda dapat memiliki atau melakukan segala sesuatu yang anda inginkan. Anda akan menyadari siapa diri anda sesungguhnya.” Baca Lanjutannya…

Oleh: ankopala | 25 Oktober, 2007

Let’s go Hiking…!!!

adobe-ciramai.jpgAda orang yang bilang “ngapain cape-cape naek gunung? Mendingan di rumah, ato ke Mall”. Bagi mereka yang belom pernah merasakan nikamtnya naek gunung, kebanyakan akan ngomong seperti itu. Mereka belum pernah ngerasain nikmatnya naek gunung. Kepada orang-orang yang berpendapat demikian, kita dapat menjawabnya dengan mengatakan : Ngapain lama-lama tinggal di Jakarta. Mendingan naik gunung. Di gunung kita akan menguji diri dengan hidup sulit, jauh dari fasilitas enak-enak. Biasanya akan ketahuan, seseorang itu egois atau enggak. Juga dengan olahraga mendaki gunung, kita akan dekat dengan rakyat di pedalaman. Jadi selain fisik sehat, pertumbuhan jiwa juga sehat. Makanya yuk kita naik gunung (Soe Hok Gie).”

Dengan naek gunung, kita juga melatih diri kita untuk tidak sombong. Kenalan saya pernah bilang “Naek gunung bertujuan melatih kesombongan.” Kalo dipikir-pikir bener juga apa yang dikatakan teman saya itu. Dengan naek gunung kita akan sadar betapa kecilnya kita, dan betapa besarnya ciptaan Allah SWT. Kalau ciptaannya aja begitu agung, bagaimana Sang Pencipatanya itu sendiri, Allahu Akbar…!!!. Dengan sadarnya kita akan kekerdilan kita dihadapan Allah SWT, maka apa lagi yang mau kita sombongkan?

Makanya, Let’s go Hiking..!!!

 


Oleh: ankopala | 25 Oktober, 2007

Manusia berimtaq Digital

Era digital telah melahirkan kemajuan yang luar biasa di bidang IPTEK. Dimulai dengan hadirnya alat hitung, era computer, dan meluas ke berbagai bidang seperti penerbangan dan antariksa. Era digital dimulai semenjak ditemukannya bilangan biner, yaitu angka nol dan satu. Bilangan biner tidak mengenal angka lain kecuali nol dan satu. Bilangn biner ini telah mangubah suatu zaman.

Begitupula yang terjadi dengan manusia, bilangan biner akan melahirkan peradaban manusia yang sangat tinggi, yaitu manusia digital. Manusia digital adalah manusia yang hanya mengenal angka nol dan satu dalam berprinsip hidup.

Angka nol adalah lambang kesucian hati dan pikiran, sedangkan angka satu adalah lambang Tuhan, atau hanya berprinsip pada Tuhan YME. Atau dengan kata lain : Laa(0) ilaaha(1). Inilah yang dinamakan era digital manusia, yaitu suatu era dimana manusia menjadi tulus ikhlas (0) karena berprinsip kepada Allah (1) dan tidak menuhankan yang lainnya (0). Sehingga seluruh potensinya muncul (). Baca Lanjutannya…

« Newer Posts

Kategori