Hamba Allah, sebuah kata yang sering kita denger. Mungkin kita juga mengaku sebagai hamba Allah. Misalkan waktu kita memberi sumbangan, kita sering menamai diri kita dengan nama “Hamba Allah”. Gw juga pernah menuliskan kata itu sewaktu memberi sumbangan kepada panitia pembangunan Mesjid di suatu daerah. Dulu gw satai2 aja make ID “Hamba Allah”, tapi suatu ketika terlintas di otak gw, itu kan kata gw. Gw ngaku2 hamba Allah, kira2 Allah mau gak ya mengakui gw sebagai hamba-Nya? Dengan berat hati gw menjawab pertanyaan itu, kaya’nya belom deh kalo melihat kehidupan gw yang sekarang ini. Sebab menurut gw pengertian hamba adalah orang yang selalu menaati perintah dan menjauhi larangan dari sang pemilik, dalam hal ini Allah lah pemilik diri gw (dan semua ciptaann-Nya tentunya). Dan gw ngerasa masih ada perintah Allah yang sering gw lupain dan banyak larangan Allah yang malah gw jalanin, masya Allah, Astaghfirulloh.
Mulai saat itu gw gak mau lagi make nama “Hamba Allah” sebab gw ngerasa belom pantes menyandangnya, tapi gw akan berusaha terus supaya Allah swt mau mengakui gw sebagai hamba-Nya. Alangkah beruntungnya orang-orang yang di akui Allah sebagai hamba-Nya. Yah itu cuma pendapat gw, mungkin ada benernya, mungkin juga banyak salahnya.